facebook google twitter tumblr instagram linkedin
  • Home
  • Tentang Kami
  • Portofolio
    • Griya Manggis
    • House of Shalom
    • Itok House
    • Joglo Kasatrian
  • Liputan Media
  • Kontak
  • Tips

Kontraktor Murah Jogja

CV Aditya Utama Kontraktor Murah Jogja | Kontraktor Yogyakarta | Jasa Bangun Rumah Yogyakarta



Ubin keramik sudah lama dikenal dan banyak digunakan baik untuk lantai maupun dinding. Kemajuan teknologi membuat desain, kekuatan, dan motif ubin keramik semakin baik.

Ubin keramik dibuat dari bahan dasar tanah lempung (clay) yang dipanaskan dengan suhu tinggi. Bila Anda tahu genteng kodok, ya seperti itulah wajah keramik asli. Bila Anda menemui ubin keramik yang permukaannya mengkilap, bermotif, berwarna, itu karena keramik tersebut diberi pelapis yang namanya glasir (glazuur).

Sebenarnya apa yang dimaksud dengan glasir? Glasir sebenarnya adalah bahan pembuat kaca. Bentuknya juga seperti serbuk kaca. Sebelum diaplikasikan pada keramik, bahan baku ini dicampurkan dengan bahan-bahan tambahan, dan dibuat menjadi serbuk kental. Setelah berbentuk serbuk kental, bahan ini disemprotkan ke permukaan keramik menggunakan mesin. Penyemprotan ini bisa dilakukan sekali, dua kali, atau tiga kali, tergantung warna dan motif keramik yang diinginkan. Misalnya untuk keramik warna pink dengan bintik abu-abuk, glasir disemprotkan dua kali: pertama warna pink, setelah itu baru abu-abu. Setelah diberi glasir, baru keramik dibakar/dipanaskan.

Selain memberikan keindahan dalam hal warna dan motif pada keramik, glasir juga membuat keramik menjadi lebih kuat (tidak mudah retak atau pecah). Fungsi lainnya, permukaan keramik menjadi tidak porous, sehingga membuatnya tidak dihinggapi lumut. Glasir membuat keramik jadi mudah dibersihkan, apalagi yang permukaannya mengkilap (bila kotor tinggal dilap dengan lap basah). Glasir tidak hanya diaplikasikan pada ubin keramik.

Memilih lantai keramik menjadi salah satu yang harus diperhatikan dengan baik. Sesuaikan ukuran lantai keramik dengan ruangan di rumah. Semakin besar ukuran keramik, akan membuat ruangan terlihat lebih luas. Hal ini sangat cocok bila diterapkan di ruangan yang mungil. Lantai keramik harus disesuaikan dengan ruangan yang akan digunakan. Glasur yang digunakan untuk lantai keramik terdiri dari berbagai jenis, seperti glossy (mengilap), satin, matte atau bertekstur. Hal ini membedakan licin tidaknya lantai keramik. Penggunaanya harus disesuaikan untuk di dalam atau di luar ruangan 


Sumber : berbagai sumber 



21.33 No komentar


Penggunaan lantai keramik untuk rumah Anda sebenarnya merupakan pilihan tepat. Selain tersedia dari berbagai bentuk dan warna, keramik juga relatif mudah perawatannya.
Namun, terkadang lantai keramik dapat "naik" dan mengeluarkan bunyi seperti meledak. Setelah "meledak", biasanya keramik akan rusak atau pecah. Berikut ini cara mengatasi kejadian tersebut:
Adukan perekat

Keramik "meletek" terjadi karena adukan perekat yang kurang baik. Sebelum hal ini terjadi, Anda dapat mengetesnya dengan mengetuk atau memukul pelan keramik.
Keramik yang tidak terekat sempurna akan mengeluarkan suara seperti kopong. Namun, jika terlanjur terjadi, potong nat lantai dengan gerinda, atau palu dan pahat logam.
Lepaskan keramik
Setelah itu, lepaskan keramik yang meletak dari susunan lantai dengan pengungkit. Awali dari bagian tengah, baru kemudian ke arah tepiannya.
Merekatkan keramik
Gunakan semen instan untuk merekatkan keramik. Letakkan keramik, kemudian pukul-pukul keramik dengan palu karet.
Pasang nat
Terakhir, aplikasikan nat di antara keramik. Namun, jika kemudian Anda tidak dapat menemukan keramik yang sama persis dengan keramik sebelumnya, sebaiknya Anda melakukan sedikit "eksperimen". Caranya, padukan beberapa warna keramik atau bentuk keramik yang berbeda. Buatlah perpaduan beberapa jenis lantai keramik di area tersebut!
Selamat mencoba!

Sumber : KOmpas
22.22 No komentar


Perkembangan keramik dewasa ini tak melulu soal bentuk kotak, polos, dan ukurannya yang terbatas. Kini, berbagai inovasi dan inspirasi segar keramik juga terus hadir bersamaan dengan perkembangan tren konsep rumah.

Penggunaan keramik saat ini masih menjadi primadona. Ya, siapa yang tidak mengenal material ini, khususnya untuk menutup lantai. Masyarakat di pedesaan sekalipun sekarang telah beralih ke jenis penutup lantai ini dan meninggalkan penutup lantai yang biasanya terbuat dari semen.

Keramik memang unggul dalam hal warna, corak, dan bentuk. Keramik juga memiliki harga yang beragam. Keramik berharga murah tentu kualitasnya akan jauh lebih rendah. Namun, bukan berarti keramik jenis ini tidak mempunyai ketahanan yang baik. Beberapa keramik murah masih memiliki model, warna,dan corak yang baik. Kualitas ketahanannya pun tak jauh berbeda dengan keramik berkualitas bagus dan berharga mahal.

Produk keramik dapat dibedakan dalam tiga golongan, yakni polos, embossed (untuk permukaan yang tidak rata), dan dekoratif.

Perbedaan polos dengan embossed lebih ditekankan pada posisi di mana keramik itu ditempatkan. Keramik embossed kasar dan tidak licin permukaannya, serta tahan terhadap gesekan. Jenis ini sangat cocok diaplikasikan di area eksterior seperti teras. Ubin keramik yang tersedia di pasaran juga digolongkan menurut harganya. Inilah yang menuntut Anda untuk jeli dalam memilih karena keramik hanya dibedakan oleh warna, corak, dan tekstur. Perbedaan seperti ini jugalah yang menentukan daya tahan keramik terhadap goresan dan kepadatan produk yang dihasilkan.

Tips :
Memilih warna dan motif keramik harus memperhatikan warna ruangan. Sebaiknya warna dan motif keramik disesuaikan dengan warna dinding rumah

Bila Anda tidak ingin bermain dengan banyak warna,sebaiknya pilih lantai yang berwarna netral seperti abu-abu, krem, atau putih. Motif yang sedikit polos akan lebih aman jika sewaktu-waktu Anda ingin mengubah furnitur yang telah Anda punya sekarang. Faktor pencahayaan dalam ruangan juga dapat memengaruhi pemilihan material lantai.

Lantai putih dan bertekstur lembut sesuai dengan ruang bercahaya terang sehingga dapat menimbulkan kesan bersih sekaligus lapang. Sementara, bila Anda menggunakan keramik yang memiliki tekstur kasar,lebih cocok dipadukan dengan pencahayaan ruang yang lebih redup sehingga berkesan hangat. Ukuran ruang ikut memengaruhi pemilihan keramik. Kalau ruangan yang akan ditutup keramik tidak terlalu luas, lebih baik menggunakan keramik berukuran 40 x 40 cm atau 60 x 60 cm.

Pemasangannya pun mesti memperhatikan lapisan semen antara keramik atau nat. Nat yang jarang menjadikan tampilan ruangan berkesan luas. Pemasangan ubin dengan pola diagonal bisa menciptakan kesan ruangan yang lebih luas karena garis nat tidak mengarah di satu titik. Risiko jika Anda memasang lantai dengan pola seperti ini adalah, material akan lebih banyak terbuang. Di sisi lain, terdapat pula kegunaan dari pola pemasangan diagonal, yakni dapat menyembunyikan pertemuan nat yang tidak pas antara keramik dinding dan keramik lantai.

Menyejukkan, kuat, dan tahan lama merupakan beberapa kelebihan keramik. Jadi, sebaiknya optimalkan penggunaan aksesori rumah daritanah liat ini dengan teknik pemilihan yang pas untuk tiap ruangan. Untuk ruangan seperti dapur, Anda bisa menggunakan lantai porselen. Selain tahan panas dan goresan, jenis keramik ini juga sangat mudah dibersihkan dari noda dan lemak sisa masakan. Untuk ruang tamu dan kamar tidur, sebaiknya berikan suasana yang lebih lengang dengan memilih keramik berwarna terang.


Soal desainnya, Anda cukup menyesuaikan dengan warna dinding ruangan dan furnitur yang ada di situ.Untuk lantai kamar mandi, gunakan keramik bertekstur. 

Sumber : Harian Seputar Indonesia

21.19 No komentar
Older Posts

About me

About Me





Admin Perusahaan CV Aditya Utama. Informasi, Saran, Kritik silahkan hubungi kontak yang tertera di website ini. Terimakasih ^_^.

Labels

Artikel Artikel Arsitektur Artikel Dekorasi Artikel Gaya Hidup Artikel Interior Artikel Unik Artikel eksterior Tips

Pengunjung

Postingan Populer

  • Tips Membuat Pot Bambu Yang Menyatu Dengan Alam
    Seorang ibu mengeluh, rumahnya yang sempit tidak memungkinkan ia menyalurkan hobinya yaitu mengoleksi tanaman hias.  Padahal sebetulnya ia t...
  • Tips Mengatasi Tembok Rumah Yang Retak
    Retak-retak pada dinding yang biasanya halus itu sering disebut 'retak rambut.' Ada berbagai faktor penyebabnya. Di antaranya muai s...
  • Membuat Taman di Atap
    Tinggal di perkotaan dengan lahan terbatas? Bukan alasan untuk melakukan penghijauan di lingkungan rumah. Tapi, kalau lahan memang terbatas,...
  • Tanaman Penyerap Polusi Udara
    Semakin menyempitnya lahan untuk hunian membuat kebanyakan orang mengorbankan ruang terbuka hijau di rumahnya. Dengan lahan rumah yang terba...
  • Semakin Asri dengan Pot Gantung
    Banyak cara untuk menciptakan rumah yang sejuk dan asri karena banyak juga cara untuk menanam tanaman hias di kebun rumah sendiri. Salah sat...
  • 7 Jenis Tanaman Pagar
    Membangun rumah yang "lebih dekat dengan alam" seringkali diterjemahkan sebagai rumah yang memiliki banyak tanaman hijau. Padahal,...
  • Konsep Rumah Hijau "Travessa do Patrocínio"
    Inilah salah satu inspirasi rumah modern berkonsep "rumah hijau" untuk Anda. Rumah dengan luas 248 meter persegi ini memiliki tama...
  • Mempercantik Rumah Dengan Pagar Tanaman
    Gerakan kembali ke alam sudah menjadi gaya hidup. Salah satu wujudnya adalah pembuatan pagar tanaman. Apa yang menarik? Di samping alami dan...
  • Konsep Green House Dengan Vertical Garden
    Vertical Garden atau kebun vertikal seperti menyalahi kodrat dimana tanaman umumnya tumbuh secara horisontal. Namun, solusi ini menjadi jawa...
  • 3 Tipe Pencahayaan Ruangan
    Pencahayaan yang sempurna untuk ruangan adalah hal yang terpenting. Sayangnya, kita tidak bisa membuat pencahayaan yang stabil di sepanjang ...
FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates