facebook google twitter tumblr instagram linkedin
  • Home
  • Tentang Kami
  • Portofolio
    • Griya Manggis
    • House of Shalom
    • Itok House
    • Joglo Kasatrian
  • Liputan Media
  • Kontak
  • Tips

Kontraktor Murah Jogja

CV Aditya Utama Kontraktor Murah Jogja | Kontraktor Yogyakarta | Jasa Bangun Rumah Yogyakarta


Ruangan dalam hunian sering terasa kurang lengkap tanpa hamparan karpet di lantai. Dari sisi desain, sebuah karpet memang bisa membuat lantai terasa lebih ekspresif dan indah. Nuansa hunian pun terasa lebih hangat.

Namun di sisi kesehatan karpet justru bisa menjadi sumber penyakit bagi seluruh penghuni rumah. Banyaknya debu dan kotoran yang menempel di karpet bisa menjadi sumber penyakit.

“Pelapis lantai adalah bagian paling rentan bibit penyakit. Karpet, terutama yang berbulu tebal bisa menjadi sarang kotoran dan debu,” kata Jonathan Bernstein, MD, profesor Division of Immunology and Allergy, University of Cincinnati, AS.

Dalam beberapa dekade terakhir, bahan karpet makin beragam. Bernstein mengatakan, karpet zaman sekarang banyak menggunakan bahan serat sintetis dan bahan-bahan lain dengan kandungan zat kimia volatile organic compounds(VOC) yang mudah menguap di udara. Zat-zat kimia itu bisa terhirup dan mengganggu pernapasan. Bisa-bisa buah hati Anda lebih rentan alergi atau asma.

“Bahan karpet sintetis yang mengandung VOC bisa menyebabkan gangguan pernapasan dan juga sakit kepala karena banyaknya allergen yang menempel di sana,” ujar Bernstein. “Tapi Anda tak harus menggulung karpet Anda dan membuangnya, cukup pilih bahan yang aman untuk kesehatan.”

Pilih produk ramah lingkungan
Sebaiknya Anda pilih karpet yang terbuat dari bahan serat alami, seperti wol, katun, dan sebagainya. Selain lebih ramah lingkungan, bahan-bahan itu itu lebih sehat karena bebas zat kimia. Tapi Anda juga bisa memilih karpet yang memiliki label ramah lingkungan dan aman untuk kesehatan.

Ukuran dan tekstur
“Semakin besar luasannya, semakin besar pula kemungkinan karpet menyebarkan alergen. Karpet ukuran kecil lebih baik karena lebih sedikit bibit penyakit yang bersembunyi di seratnya,” kata Bernstein.

Anda juga jangan memilih karpet bertekstur bulu tebal dan panjang. Bulu-bulu yang panjang dan tebal lebih sulit dibersihkan dari debu dan kotoran.

Tips merawat karpet:
- Saat baru membeli karpet, sebaiknya jangan langsung dipasang di ruangan. Angin-anginkan terlebih dahulu di luar supaya VOC di dalamnya terlepas. Lalu bentangkan di ruangan yang tak ditempati, misalnya garasi atau teras supaya kadar VOC berkurang.

- Bersihkan karpet dengan vacuum cleaner setiap hari agar kotorannya tidak menumpuk. Sambil dibersihkan dengan vacuum cleaner, bentangkan di jemuran lalu pukul-pukul supaya debu dan kotorannya rontok.

- Cuci karpet setiap minimal sebulan sekali. Agar lebih bersih, bawa ke tempat pencucian khusus.




Sumber : Berbagai Sumber
22.00 No komentar
Older Posts

About me

About Me





Admin Perusahaan CV Aditya Utama. Informasi, Saran, Kritik silahkan hubungi kontak yang tertera di website ini. Terimakasih ^_^.

Labels

Artikel Artikel Arsitektur Artikel Dekorasi Artikel Gaya Hidup Artikel Interior Artikel Unik Artikel eksterior Tips

Pengunjung

Postingan Populer

  • Tips Membuat Pot Bambu Yang Menyatu Dengan Alam
    Seorang ibu mengeluh, rumahnya yang sempit tidak memungkinkan ia menyalurkan hobinya yaitu mengoleksi tanaman hias.  Padahal sebetulnya ia t...
  • Tips Mengatasi Tembok Rumah Yang Retak
    Retak-retak pada dinding yang biasanya halus itu sering disebut 'retak rambut.' Ada berbagai faktor penyebabnya. Di antaranya muai s...
  • Membuat Taman di Atap
    Tinggal di perkotaan dengan lahan terbatas? Bukan alasan untuk melakukan penghijauan di lingkungan rumah. Tapi, kalau lahan memang terbatas,...
  • Tanaman Penyerap Polusi Udara
    Semakin menyempitnya lahan untuk hunian membuat kebanyakan orang mengorbankan ruang terbuka hijau di rumahnya. Dengan lahan rumah yang terba...
  • Semakin Asri dengan Pot Gantung
    Banyak cara untuk menciptakan rumah yang sejuk dan asri karena banyak juga cara untuk menanam tanaman hias di kebun rumah sendiri. Salah sat...
  • 7 Jenis Tanaman Pagar
    Membangun rumah yang "lebih dekat dengan alam" seringkali diterjemahkan sebagai rumah yang memiliki banyak tanaman hijau. Padahal,...
  • Konsep Rumah Hijau "Travessa do Patrocínio"
    Inilah salah satu inspirasi rumah modern berkonsep "rumah hijau" untuk Anda. Rumah dengan luas 248 meter persegi ini memiliki tama...
  • Mempercantik Rumah Dengan Pagar Tanaman
    Gerakan kembali ke alam sudah menjadi gaya hidup. Salah satu wujudnya adalah pembuatan pagar tanaman. Apa yang menarik? Di samping alami dan...
  • Konsep Green House Dengan Vertical Garden
    Vertical Garden atau kebun vertikal seperti menyalahi kodrat dimana tanaman umumnya tumbuh secara horisontal. Namun, solusi ini menjadi jawa...
  • 3 Tipe Pencahayaan Ruangan
    Pencahayaan yang sempurna untuk ruangan adalah hal yang terpenting. Sayangnya, kita tidak bisa membuat pencahayaan yang stabil di sepanjang ...
FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates