facebook google twitter tumblr instagram linkedin
  • Home
  • Tentang Kami
  • Portofolio
    • Griya Manggis
    • House of Shalom
    • Itok House
    • Joglo Kasatrian
  • Liputan Media
  • Kontak
  • Tips

Kontraktor Murah Jogja

CV Aditya Utama Kontraktor Murah Jogja | Kontraktor Yogyakarta | Jasa Bangun Rumah Yogyakarta




Studio arsitektur Tvzeb merupakan sebuah bangunan yang mementingkan keberlangsungan lingkungan alam. Hal ini tampak dari segala segi pembuatannya, mulai konstruksi fisik, perakitan, hingga penggunaan dan rasa yang dibangun di dalam konstruksi tersebut.

Desain bangunan ini merupakan hasil kolaboratif antara firma arsitektur asal Italia, Traverso-Vighy, dan Departemen Fisika Teknis University of Padua. Proyek ini menggunakan kaidah-kaidah standar yang diterapkan oleh Uni Eropa, yaitu semua gedung publik pada 2020 harus memproduksi 0 persen emisi karbon.

Konstruksi studio ini terletak di pegunungan, tepat di luar pusat kota Vicenza, di utara Italia. Studio ini menciptakan hubungan akrab antara lingkungan alam dan kegiatan manusia sehari-hari. Dari kejauhan, tampak kaca-kaca besar berada di beberapa titik studio dan membiarkan cahaya alami masuk ke dalamnya. Sementara ketika malam datang, cahaya buatan yang tampak hangat menyeruak keluar dari konstruksi tersebut.

Uniknya, cahaya buatan dari lampu-lampu LED di studio ini akan menirukan spektrum cahaya alami dari matahari. Berdasarkan cetak biru konstruksi bangunan ini, tampak bangunan tersebut tidak berada di tanah datar.

Tangga tipis sengaja dibangun di bagian depan bangunan ini sebagai akses dari bidang tanah yang lebih tinggi dari bangunan. Bangunan ini sendiri seolah "mengambang" sedikit dari tanah. Fondasi dari dua balok beton paralel ditancapkan ke dalam tanah dengan diameter bar 30 mm.

Konstruksi terbilang istimewa karena komponen yang membangun konstruksi ini adalah hasil gilingan CNC atau produk lokal yang dirakit di lokasi. Keseluruhan bangunan ini pun penuh dengan kayu. Papan-papan dari pohon pinus yang telah dikenal memiliki ketahanan terhadap cuaca dan waktu menjadi "bintang" utama pada studio ini. Material ini merupakan bahan bangunan tradisional di wilayah tersebut.

Tidak hanya kayu. Konstruksi studio ini juga melibatkan material lain seperti lapisan ganda dari poliester setebal 90 mm terbuat dari 40.000 botol plastik yang telah didaur ulang. Ada pula 16 panel surya pada struktur tambahannya. Panel ini mampu menghasilkan 5,6 kWh energi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan energi semua dalam satu tahun.

Rasanya, tidak salah jika gedung ini disebut sebagai green building. Gedung ini memiliki pemanas alami yang didapat melalui pompa panas bumi, didukung oleh panel surya, dan pembakaran kayu dari sisa-sisa hasil kebun. Selain itu, kualitas udara di dalam gedung ini dikendalikan melalui saluran distribusi bawah tanah yang juga mengusir panas.

Konstruksi ini juga memiliki sistem pengumpulan air hujan yang sederhana. Atap yang miring akan mengalirkan air hujan menuju satu titik. Di bagian dasar, sebuah wadah sudah "menunggu" air hujan tersebut untuk ditampung. Anda terinspirasi?


Sumber : designboom.com



04.00 No komentar


BMT Asia Pasific Ltd telah mendesain berbagai tempat tinggal yang dibuat dari bahan-bahan daur ulang. Institusi ini merupakan firma konsultan independen yang bergerak di bidang desain, manajemen risiko, logistik, dan pelayanan lingkungan serta ekonomi. 

Tempat-tempat tinggal tersebut tidak hanya berupa rumah tapak. Mereka juga telah mendesain hunian unik sekaligus menarik yakni (rumah kapal/terapung) berbentuk oval. Tampaknya, tim desainer benar-benar terinspirasi bentuk telur.

Rumah kapal, pondok-pondok terapung, dan rumah pantai dirancang BMT Asia Pasific akan dibangun dari material daur ulang. Material-material yang sebelumnya digunakan dalam proyek mereka terdahulu akan digunakan kembali untuk membangun proyek ini. 

Sebenarnya, ide "rumah-rumah telur" ini sudah mereka realisasikan dalam membangun kubah yang dapat melindungi radar dan antena radio di salah satu terminal pelayaran di Hong Kong. Namun, perusahaan tersebut akhirnya memutuskan untuk memberikan konsep ini pada kesempatan kedua yakni rumah telur terapung.

Managing Director BMT Richard Colwill mengatakan, pihaknya tengah melihat kemungkinan-kemungkinan yang ada untuk membuat cetakan "rumah telur"-nya. Mereka juga tengah memeriksa kemungkinan menggunakan kolam renang dan panggung-panggung sementara, namun akhirnya tercipta struktur yang terinspirasi dari pergerakan air dan tepi pantai.


Seorang juru bicara BMT, seperti dikutip dalam DailyMail mengatakan, jendela yang ekspansif namun teduh sebesar enam meter membanjiri tempat bersantai dari berbagai sisi, sementara bentuk dek menciptakan akses mudah untuk terjun ke air.

Ruang mewah tersebut seperti rumah di tepi danau atau di tepi sungai, atau sebagai bagian dari hotel berkonsep klaster atau pembangunan studio. Insulasi atap berlevel tinggi, pewajaran temperatur air, dan penambahan tenaga potensial dari panel solar pada atap menciptakan unit yang mampu bertahan pada iklim apapun.

Salah satu desain "hunian terapung" yang termasuk dalam koleksi ini juga menampilkan "telur yang sudah dipecah". Bentuk hunian apung ini memang mempertahankan siluet melengkung telur, namun tengah atapnya terpisah dari tubuh bangunan. Desain ini mampu memberikan mezzanin dengan ketinggian penuh pada "hunian apung" tersebut.

Dengan adanya beberapa alternatif desain tersebut, penyataan Colwill tampaknya relevan. Dia mengatakan, pihaknya melihat kesempatan tidak tebatas dalam pengembangan desain ini untuk kegunaan pribadi maupun komersial.

Sumber :  dailymail.co.uk



22.49 No komentar


Pemilik rumah unik ini ingin menikmati teduhnya lautan Pasifik. Namun, alih-alih hanya menggunakan kapal pesiar, ia justeru "membawa" rumahnya ke lautan.

Desainer interior Kim Mankoski dari Kim Mankoski Interiors mengatakan bahwa sang pemilik rumah menginginkan desain modern, terbuka, dengan nuansa industrial untuk tempat tinggalnya di laut. Sementara arsitek Ryan Mankoski membuatkan desain berkonsep tata letak terbuka untuk mengakomodasi desain yang diinginkan pemilik rumah. Hasilnya, pemilik rumah memiliki "rumah mengambang" dengan pemandangan University of Washington, pegunungan, dan teluk nan indah.

Tentu saja, rumah berukuran 1.114,8 meter persegi ini cukup besar. Apalagi, penghuninya ternyata hanya seorang perempuan dengan seekor kucing kesayangannya. "Pasangan" ini perlu menunggu sekitar 10 bulan hingga rumah tersebut rampung. Setidaknya, penantian tersebut berbuah manis. Rumah apung ini memiliki dinding kaca di salah satu sisinya.

Penampilan interior dan eksterior rumah ini menyerupai desain industrialis. Hal tersebut tampak cantik, meskipun berbagai cara harus ditempuh untuk "mengakali" berbagai keterbatasan.

Rumah ini tidak mampu menampung lantai beton. Untuk itulah, Mankoski menggunakan marmoleum yang tampak seperti beton.

"Klien saya menginginkan segalanya berbentuk seperti kapal laut," ujar Mankoski.

Ia memberikan tampilan "menyudut" di dalam rumah. Selain kapal dan dekor industrialis, rumah ini juga terinspirasi dari The Farnsworth House yang didominasi dengan nuansa modern.

Warna hitam, merah, abu-abu, putih, kayu, serta aksen stainless memenuhi rumah ini. Selain itu, pencahayaan matahari ke dalamnya sangat menyegarkan. Bahkan, di kamar mandi pun pemilik rumah dapat menikmati sinar matahari yang berasal dari jendela atapnya. Menarik dan menyegarkan.

Sumber : Riau24 

23.11 No komentar
Older Posts

About me

About Me





Admin Perusahaan CV Aditya Utama. Informasi, Saran, Kritik silahkan hubungi kontak yang tertera di website ini. Terimakasih ^_^.

Labels

Artikel Artikel Arsitektur Artikel Dekorasi Artikel Gaya Hidup Artikel Interior Artikel Unik Artikel eksterior Tips

Pengunjung

Postingan Populer

  • Tips Membuat Pot Bambu Yang Menyatu Dengan Alam
    Seorang ibu mengeluh, rumahnya yang sempit tidak memungkinkan ia menyalurkan hobinya yaitu mengoleksi tanaman hias.  Padahal sebetulnya ia t...
  • Tips Mengatasi Tembok Rumah Yang Retak
    Retak-retak pada dinding yang biasanya halus itu sering disebut 'retak rambut.' Ada berbagai faktor penyebabnya. Di antaranya muai s...
  • Membuat Taman di Atap
    Tinggal di perkotaan dengan lahan terbatas? Bukan alasan untuk melakukan penghijauan di lingkungan rumah. Tapi, kalau lahan memang terbatas,...
  • Tanaman Penyerap Polusi Udara
    Semakin menyempitnya lahan untuk hunian membuat kebanyakan orang mengorbankan ruang terbuka hijau di rumahnya. Dengan lahan rumah yang terba...
  • Semakin Asri dengan Pot Gantung
    Banyak cara untuk menciptakan rumah yang sejuk dan asri karena banyak juga cara untuk menanam tanaman hias di kebun rumah sendiri. Salah sat...
  • 7 Jenis Tanaman Pagar
    Membangun rumah yang "lebih dekat dengan alam" seringkali diterjemahkan sebagai rumah yang memiliki banyak tanaman hijau. Padahal,...
  • Konsep Rumah Hijau "Travessa do Patrocínio"
    Inilah salah satu inspirasi rumah modern berkonsep "rumah hijau" untuk Anda. Rumah dengan luas 248 meter persegi ini memiliki tama...
  • Mempercantik Rumah Dengan Pagar Tanaman
    Gerakan kembali ke alam sudah menjadi gaya hidup. Salah satu wujudnya adalah pembuatan pagar tanaman. Apa yang menarik? Di samping alami dan...
  • Konsep Green House Dengan Vertical Garden
    Vertical Garden atau kebun vertikal seperti menyalahi kodrat dimana tanaman umumnya tumbuh secara horisontal. Namun, solusi ini menjadi jawa...
  • 3 Tipe Pencahayaan Ruangan
    Pencahayaan yang sempurna untuk ruangan adalah hal yang terpenting. Sayangnya, kita tidak bisa membuat pencahayaan yang stabil di sepanjang ...
FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates