facebook google twitter tumblr instagram linkedin
  • Home
  • Tentang Kami
  • Portofolio
    • Griya Manggis
    • House of Shalom
    • Itok House
    • Joglo Kasatrian
  • Liputan Media
  • Kontak
  • Tips

Kontraktor Murah Jogja

CV Aditya Utama Kontraktor Murah Jogja | Kontraktor Yogyakarta | Jasa Bangun Rumah Yogyakarta


Sebuah firma arsitektur Jepang, Takahashi Maki and Associates telah berhasil membangun sebuah rumah tiga lantai di Saitama, Jepang. Proyek pembangunan ini diberi nama 'White Hut and Tilia Japonica.'

Dibangun di sebuah lahan pembangunan perumahan tahun 1960-an, 'White Hut and Tilia Japonica' dimaksudkan untuk menawarkan bentuk rumah berbeda dengan rumah lainnya di lahan tersebut. Rumah dengan luas bangunan hanya 21 meter persegi ini memang kecil. Namun jika dilihat lebih jelas, sang arsitektur membuatnya lebih tinggi dibandingkan rumah lain di sekitarnya.

Atap runcing di bagian atas membuat rumah ini terlihat seperti menara dan memberikan pemandangan lingkungan sekitar. Tiap lantai dalam rumah ini dirancang untuk memiliki fungsi berbeda satu sama lain.


Untuk beristirahat dan tidur, Takahashi Maki and Associates membuatnya di lantai paling bawah. Sementara untuk melakukan segala aktivitas rumah lainnya ada di lantai dua. Lantai paling atas menjadi tempat kamar mandi beserta dapur kecil dan area belajar yang secara alami diterangi lampu dari atas.

Takahashi Maki and Assoicates juga sangat menghargai privasi pemilik rumah. Hal ini terbukti dari pintu masuk dan jendela yang dibuat kecil dan memanjang di dalam rumah. 


Sumber : designboom.com



22.16 No komentar


Banjir menjadi musuh utama setiap hunian. Tak heran, banyak orang mencari lokasi rumah yang bebas dari bencana tersebut. 

Namun, lain halnya dengan sepasang suami istri yang seolah malah menyongsong bencana itu. Pasangan tersebut membangun sebuah rumah yang bisa mengapung ketika banjir datang.

Namanya "amphibious house" atau "rumah amfibi". Sesuai namanya, rumah ini bisa hidup di dua alam, yaitu di darat dan air, layaknya hewan amfibi. 

Amphibious house, yang dibangun oleh Baca Architects, firma arsitektur terkemuka asal London itu, merupakan sebuah rumah keluarga. Rumah itu dibangun di sebuah pulau di tengah sungai Thames, Inggris. 

Baca Architects merancang rumah itu untuk sepasang suami istri yang telah mencari lahan untuk membangun rumah di pulau sungai rawan banjir dekat Marlow, Buckinghamshire, selama tujuh tahun.

"Selama banjir, keseluruhan bagian rumah ini akan mengapung laiknya perahu dan menjaga semua ruangan di dalam rumah agar tetap aman dalam level banjir," ungkap Richard Coutts, salah satu pendiri Baca Architects. 

Baca Architects memberikan ruang kosong di bagian bawah rumah sebagai tempat air masuk ketika banjir. Hal ini yang kemudian mampu membuat rumah terapung seperti perahu di atas sungai.

"Daripada membangun rumah anti-banjir, kami lebih memikirkan pendekatan berbeda terhadap banjir. Kami sadar manusia tak bisa mengalahkan alam, maka kami membuat ruang kosong untuk air," ujar Coutts.

Baca Architects mempertimbangkan sejumlah pendekatan berbeda untuk menangani tingkat air tak terduga yang bisa muncul di lahan rumah, termasuk membuat struktur rumah yang mampu sepenuhnya mengapung ketika banjir. 

Opsi mengangkat rumah juga pernah dipikirkan oleh Baca Architect. Namun, Coutss mengaku menaikkan rumah hampir dua meter dari tanah akan membuat rumah ini lebih tinggi dari tetangga sekitarnya.

"Manfaat dari amphibious house ini adalah tempat tinggal yang sesuai dengan maksud dan tujuan seperti rumah biasa, tetapi dengan keunggulan berbeda ketika banjir melanda," kata Coutss.



Dermaga basah 

Struktur bingkai kayu ringan tradisional digunakan dalam rumah ini. Bagian bawah rumah digali untuk membuat "dermaga basah" yang terbuat dari tumpukan lembaran baja dengan jaring untuk memungkinkan air masuk dan keluar secara alami.

Dengan balutanseng zoster dan atap segitiga mengilap, struktur "dermaga basah" ini dibuat terpisah dari rumah. Landasan beton kedap air melingkar di sekitar lantai bawah tanah dan berfungsi seperti lambung kapal.

Coutss mengaku bahwa desain amphibious house ini terinspirasi dari pinsip Archimedes.

"Volume dan massa rumah kurang dari massa air, dan hal itu yang menciptakan daya apung pada rumah," imbuhnya.

Ada empat tiang, masing-masing dijuluki "lumba-lumba" oleh sang insinyur proyek. Tiang ini bertindak sebagai tonggak penunjuk vertikal yang bisa digeser ke atas dan bawah saat dibutuhkan untuk begerak. Nantinya, tiang ini bisa diperluas untuk mengatasi ketika ketinggian air meningkat.

Menurut Coutss, amphibious house ini telah menjadi sebuah dermaga, seperti Dermaga Liverpool atau Dermaga Royal yang digunakan untuk pemberhentian kapal-kapal. Namun, amphibious house merupakan dermaga versi kecil yang tercipta di atas tanah.

Di tepi sungai, ada sebuah taman sekaligus teras yang berfungsi sebagai "sistem peringatan dini" saat air mulai naik. Begitu dua teras pertama dipenuhi air, maka rumah harus mulai naik.

"Di depan rumah, kita membuat sesuatu yang kita sebut intuitive landscape. Itu merupakan sistem peringatan dini bagi penghuni rumah untuk segera menggerakkan rumah agar tak kemasukan air," kata Coutss.

Amphibious house dirancang untuk mampu naik sampai dua setengah meter. Ukuran ini berdasarkan prediksi skenario banjir terburuk dari Badan Lingkungan Hidup. 

Segala bentuk layanan dalam rumah ini dihubungkan melalui "kabel belalai gajah", yaitu sebuah kabel fleksibel yang membawa listrik, air, dan saluran pembuangan. Demi alasan keamanan, rumah tersebut hanya menggunakan listrik, tanpa gas sama sekali.

Tentu saja, karena pulau tempat rumah ini berdiri tanpa akses jalan raya, para arsitek menggunakan peralatan militer NATO untuk membangun sebuah ponton terapung. Ponton tersebut berfungsi sebagai "rantai feri" untuk membawa material rumah.

Ada enam anak tangga yang mesti dilewati untuk bisa mencapa lantai dasar yang terangkat ketika banjir. Di dalamnya terdapat fasilitas seperti ruang tamu terbuka dan ruang makan, serta dua kamar tidur. Sementara itu, sebuah lantai mezanin melengkapi kamar tidur utama dengan kamar mandi en-suite dan ruang sauna. 


Terinspirasi?


Sumber : dezeen.com




22.01 No komentar



Rumah adat di Indonesia sangat beragam di antaranya rumoh Aceh atau rumah adat Aceh. Keunikannya terletak pada bentuk rumah panggung terbuat dari kayu dengan atap dari pohon rumbia. Tinggal di rumoh Aceh tentu sangat berbeda dengan tinggal di rumah biasa karena lantai rumahnya berada di panggung terbuat dari kayu, suasananya asri dan sejuk. Rumoh Aceh sangat unggul karena bisa bertahan sampai 200 tahun.

Rumoh Aceh di antaranya bisa dikenali berdasarkan penuturan Aulia, seorang narablog yang tergabung di Aceh Blogger Community, yang dikutip kompas.com, masih bisa ditemukan di berbagai kota-kota kecil termasuk di Banda Aceh. Keberadaan rumah adat ini perlu dilestarikan karena merupakan bagian dari budaya luhur, yang mengandung berbagai makna dan filosofi.

Rumoh Aceh merupakan ekspresi keyakinan terhadap Tuhan dan adaptasi terhadap alam. Oleh karena itu, melalui rumoh Aceh kita dapat melihat budaya, pola hidup, dan nilai-nilai yang di yakini oleh masyarakat Aceh. Adaptasi masyarakat Aceh terhadap lingkungannya dapat dilihat dari bentuk rumoh Aceh yang berbentuk panggung, tiang penyangganya terbuat dari kayu pilihan, dindingnya dari papan, dan atapnya dari rumbia.

Pemanfaatan alam juga dapat dilihat ketika hendak menggabungkan bagian-bagian rumah yang tidak menggunakan paku, tapi menggunakan pasak atau tali pengikat dari rotan. Walaupun hanya terbuat dari kayu, rumoh Aceh bisa bertahan hingga 200 tahun. Pengaruh keyakinan masyarakat Aceh terhadap arsitektur bangunan rumahnya dapat dilihat pada orientasi rumah yang selalu berbentuk memanjang dari timur ke barat yaitu bagian depan menghadap ke timur dan sisi dalam atau belakang yang sakral berada di barat. Arah Barat mencerminkan upaya masyarakat Aceh untuk membangun garis imajiner dengan Kabah di Mekkah.

Pengaruh keyakinan dapat dilihat pada penggunaan tiang penyangga yang berjumlah genap, jumlah ruangan ganjil, dan anak tangga berjumlah ganjil sebagai manifestasi dari keyakinan masyarakat dan adaptasi terhadap lingkungannya, keberadaan rumoh Aceh juga menunjukkan status sosial penghuninya. Semakin banyak hiasan pada rumoh Aceh, maka pastilah penghuninya makin kaya. 

Sumber : Wartakotalive.com
21.00 2 komentar


Kecerdasan dan keuletan merupakan stereotip yang melekat pada karakteristik masyarakat Jepang. Kedua hal tersebut mampu menjadi perpaduan "berbahaya", sebab dari sanalah banyak hal dapat terjadi sehingga tampak tak ada yang mustahil di mata penduduk Jepang.

Bisa jadi, perpaduan tersebut adalah rahasia di balik kerumitan dan kejeniusan hunian yang tampak sederhana di seantero Jepang. House in Kamigamo merupakan salah satu bukti nyatanya.

House in Kamigamo atau Rumah di Kamigamo ini bertempat di sebuah area yang memiliki ketinggian tanah lebih tinggi dibanding Kota Kyoto, Jepang. Karena itu, lewat lokasi rumah ini, Anda bisa melihat keseluruhan Kyoto melalui sudut pandang bird eye.

Memang, meski terdengar menyenangkan, proyek pembuatan rumah ini bukan perkara mudah. Rumah ini berada di lereng terjal dengan area berbentuk segitiga. Dilihat dari sudut mana pun, area rumah ini sungguh istimewa.

Rumah di Kamigamo merupakan buah tangan dari Dai Nagasaka, arsitek Jepang, yang tergabung dalam firma arsitektur, Méga. Rumah tersebut merupakan rumah sempit yang berdiri di atas rangka besi horizontal dan ditopang oleh tiang-tiang individual. Sementara besi penyangga bagian bawah rumah ini adalah struktur kayu yang menahan atap runcing berbalut panel baja galvanis. Penyangga tersebut mampu menopang konstruksi rumah, barang-barang, serta penghuni di tebing terjal.


Open space

Rumah ini terdiri dari dua lantai bangunan. Bagian interiornya penuh dengan aksen kayu. Perpaduan antara warna kayu yang lebih muda dan lebih tua untuk lantai dan plafon mampu memberikan kesan hangat pada rumah ini.

Sepintas meskipun terlihat sempit, rumah ini berbentuk memanjang dan memiliki konsep open space.Aksen kayu sangat berperan dalam menjaga nuansa hangat di dalam rumah.

Pada bagian eksteriornya, Anda akan menemukan kaca besar di salah satu sisi rumah. Kaca tersebut mampu menampilkan pemandangan seluruh kota di bawah rumah ini.

Pemanfaatan rumah ini juga begitu pepat. Lantai atas berisi dua kamar tidur. Sementara ruang keluarga berada di lantai bawah, termasuk dapur, ruang tamu, ruang makan, dan sebuah area belajar berukuran kecil. Dengan semua karakteristik dan tantangan lokasi yang cukup berat, kenyamanan, gaya, dan kecerdasan seolah terpancar dari hasil akhir rumah ini.


Sumber : http://www.designboom.com



22.04 No komentar




Homebox adalah konsep rumah yang radikal terinspirasi dari kontainer, yang biasa digunakan untuk mengirim barang via laut. Perancang rumah ini adalah Profesor Han Slawik dari Universitas Hanover.

Dia mencintai konsep bangunan menggunakan kontainer. Namun menurut Slawik, potensi kontainer terbatas karena terbuat dari baja dan mahal untuk dimodifikasi. Slawik memutar otak dengan membuat kontainer dari bahan kayu dengan ukuran sama, namun posisinya diputar dari horizontal ke vertikal.

Hasilnya adalah rumah berlantai tiga yang dapat dipindahkan dengan sistem transportasi seperti mengirim kontainer dan bisa digunakan dalam kondisi darurat sebagai hunian sementara atau permanen.

Saat membuat Homebox, Slawik ingin menciptakan konsep perumahan yang menggunakan bagian-bagian terbaik dari cargotecture, tapi dia ingin memodifikasinya lebih mudah, efisien dan lebih nyaman bagi penghuni.

Dilansir okezone.com, Homebox memiliki sebuah dapur, ruang makan, dan toilet di lantai dasar. Sementara di lantai dua ada kamar tidur, dan lantai paling atas ada ruang tamu. Ruang di lantai tiga bersifat sangat pribadi dan terpencil, serta memiliki akses terbaik untuk sinar matahari.

Secara total, seluruh rumah hanya memiliki luas 14 meter persegi di mana luas ruang tamu hanya tujuh meter persegi. rumah ini jelas sangat kecil. Dan sayangnya sekitar seperempat dari ruang yang ada digunakan untuk tangga.

Namun karena desain yang ringkas membuat Homebox memiliki sejumlah keuntungan. Ukuran Homebox membuatnya mudah diangkut dengan truk standar. Selain itu, Homebox mudah masuk ke ruang kecil, tanah tak bertuan, gang atau tempat parkir.

Bahkan beberapa Homebox bisa dikumpulkan menjadi kota mini atau digunakan untuk orang yang ingin pindah dan membawa rumah bersama mereka. Meski konsep Homebox hanya cocok dihuni untuk dua orang, rumah ini merupakan studi yang menarik untuk berpikir di luar kotak.


Sumber : okezone.com
21.36 No komentar



Manusia memang unggul dalam hal beradaptasi. Para arsitek adalah salah satu bukti nyata kemampuan manusia mengungguli berbagai keterbatasan.

Salah satu contoh nyata karya arsitek yang begitu "fleksibel" adalah rumah "Offset" yang ada di Sao Paolo, Brasil. Sebuah firma arsitektur Shieh Arquitetos Associados membangun rumah seluas 500 meter persegi di atas tanah seluas 545 meter persegi.

Rumah ini merupakan hasil langsung dari bentuk tanah yang rumit serta regulasi pembangunan gedung setempat. Melihat rumah ini untuk pertama kali, kesan pertama muncul adalah keleluasaan.

Lantai dasar rumah ini tidak dikelilingi dengan tembok beton, melainkan "dinding-dinding" kaca. Bahkan, kaca raksasa tersebut dapat dibuka untuk memberikan kesan lebih leluasa.

Berbanding terbalik, jika eksterior rumah ini penuh bebatuan, interiornya penuh dengan lantai kayu dan cat putih. Dalam area yang terbatas, cat putih mampu memberikan kesan lebih luas dan lebih "ringan".



Rumah ini dibagi menjadi dua bagian, tiga level, dan satu rooftop. Lantai paling bawah di rumah ini berisi ruang televisi dan ruang cuci, sementara ground level berisi garasi, area pintu masuk, ruang keluarga, ruang makan, dapur, dan taman. Adapun upper level berisi tiga kamar tidur.

Tangga menuju upper level sengaja didesain tanpa pegangan dan landai. Selain mudah dilalui, tangga yang menempel pada dinding ini tidak menutupi visual dan tetap mempertahankan efek luasnya rumah ini.

Proporsi ketinggian ruang untuk ketiga level ini berbeda-beda. Namun, seluruhnya berhasil menampilkan rumah yang terkesan luas dan modern. Anda terinspirasi?

Sumber: http://www.archdaily.com

21.23 No komentar
Older Posts

About me

About Me





Admin Perusahaan CV Aditya Utama. Informasi, Saran, Kritik silahkan hubungi kontak yang tertera di website ini. Terimakasih ^_^.

Labels

Artikel Artikel Arsitektur Artikel Dekorasi Artikel Gaya Hidup Artikel Interior Artikel Unik Artikel eksterior Tips

Pengunjung

Postingan Populer

  • Tips Membuat Pot Bambu Yang Menyatu Dengan Alam
    Seorang ibu mengeluh, rumahnya yang sempit tidak memungkinkan ia menyalurkan hobinya yaitu mengoleksi tanaman hias.  Padahal sebetulnya ia t...
  • Tips Mengatasi Tembok Rumah Yang Retak
    Retak-retak pada dinding yang biasanya halus itu sering disebut 'retak rambut.' Ada berbagai faktor penyebabnya. Di antaranya muai s...
  • Membuat Taman di Atap
    Tinggal di perkotaan dengan lahan terbatas? Bukan alasan untuk melakukan penghijauan di lingkungan rumah. Tapi, kalau lahan memang terbatas,...
  • Tanaman Penyerap Polusi Udara
    Semakin menyempitnya lahan untuk hunian membuat kebanyakan orang mengorbankan ruang terbuka hijau di rumahnya. Dengan lahan rumah yang terba...
  • Semakin Asri dengan Pot Gantung
    Banyak cara untuk menciptakan rumah yang sejuk dan asri karena banyak juga cara untuk menanam tanaman hias di kebun rumah sendiri. Salah sat...
  • 7 Jenis Tanaman Pagar
    Membangun rumah yang "lebih dekat dengan alam" seringkali diterjemahkan sebagai rumah yang memiliki banyak tanaman hijau. Padahal,...
  • Konsep Rumah Hijau "Travessa do Patrocínio"
    Inilah salah satu inspirasi rumah modern berkonsep "rumah hijau" untuk Anda. Rumah dengan luas 248 meter persegi ini memiliki tama...
  • Mempercantik Rumah Dengan Pagar Tanaman
    Gerakan kembali ke alam sudah menjadi gaya hidup. Salah satu wujudnya adalah pembuatan pagar tanaman. Apa yang menarik? Di samping alami dan...
  • Konsep Green House Dengan Vertical Garden
    Vertical Garden atau kebun vertikal seperti menyalahi kodrat dimana tanaman umumnya tumbuh secara horisontal. Namun, solusi ini menjadi jawa...
  • 3 Tipe Pencahayaan Ruangan
    Pencahayaan yang sempurna untuk ruangan adalah hal yang terpenting. Sayangnya, kita tidak bisa membuat pencahayaan yang stabil di sepanjang ...
FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates