facebook google twitter tumblr instagram linkedin
  • Home
  • Tentang Kami
  • Portofolio
    • Griya Manggis
    • House of Shalom
    • Itok House
    • Joglo Kasatrian
  • Liputan Media
  • Kontak
  • Tips

Kontraktor Murah Jogja

CV Aditya Utama Kontraktor Murah Jogja | Kontraktor Yogyakarta | Jasa Bangun Rumah Yogyakarta



Kesalahan memilih material dan cara menanganinya akan membuat tampilan pagar tidak maksimal. Karakteristik sejumlah material masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Karena itu diperlukan kecermatan agar tidak salah pilih.

Memilih material pagar bukan perkara sepele. Ada persyaratan yang harus dipenuhi berkaitan dengan peletakannya yang berada di luar ruang dan langsung berhubungan dengan pelbagai kondisi cuaca. Sebelum menentukan material apa yang akan dipakai, ini dia penjabaran karakteristik material :


Besi

(+) karakternya kuat dan kokoh. Mampu memberi perlindungan dan keamanan yang baik bagi pemilik rumah. Selain itu, besi termasuk material yang awet, tidak mudah kusam, dan dapat dibentuk beragam desain sesuai dengan keinginan.

(-) Harga relatif mahal. Semakin tebal besi yang dipakai, semakin lama waktu pengerjaannya. Catatan: Tak boleh tampil polos, harus di-finishing menggunakan cat besi. Cocok diterapkan untuk pagar berdesain minimalis, modern, dan klasik.


Beton

(+) kuat dan solid. Walau kesannya masif dan kaku karena berbentuk flat, pagar ini terbilang awet dan tahan lama.

(-) Mahal dalam pembuatannya dan butuh waktu yang lama. Catatan: Jika diekspos harus di-finishing menggunakan cat anti lumut dan di-waterproofing dengan menggunakan cat transparan. Atau, di-finishing menggunakan cat eksterior. Cocok diterapkan untuk pagar berdesain minimalis, dan modern.


Bata Plesteran

(+) dilihat dari tampilan, mirip dengan beton. Tetapi dari kekuatan, dinding beton lebih baik. Sedang dari cara aplikasi, dinding bata plesteran tidak hanya berbentuk rata, tetapi dapat bermotif atau profilan.

(-) Jika campuran bahan dalam memplester tidak baik, dapat mengakibatkan retak bahkan gompel. Catatan: Pengerjaannya mirip dengan dinding rumah, tetapi karena posisinya di luar harus diberi lapisan anti lumut. Lebih baik tidak di ekspos dan di-finishing dengan cat. Cocok diterapkan untuk pagar berdesain minimalis, modern, dan klasik.


Batu Alam

(+) Dapat menghadirkan kesan alami. Bentuknya bermacam-macam dengan pilihan warna beragam hingga memberi Anda banyak pilihan model pagar.

(-) Membutuhkan perawatan berkala agar batu tidak berlumut dan tetap tampil cantik. Pengerjaan pun dituntut harus rapi. Catatan: Pilih batu alam yang memiliki pori-pori kecil dan warna agak gelap, seperti andesit dan candi. Tujuannya agar pagar terlihat bersih, tidak cepat berjamur, dan berlumut. Jangan lupa meng- coating agar batu alam tahan lama. Cocok diterapkan untuk pagar berdesain modern dan tradisional.

Bata Ekspos

(+) Memberikan tampilan lebih natural terhadap rumah seperti batu alam.

(-) Membutuhkan perawatan berkala agar bata tidak berlumut dan tetap tampil cantik. Pengerjaan pun dituntut harus rapi. Bila dibandingkan dengan batu alam, ia mudah lapuk dan cepat ditumbuhi lumut. Catatan: Pilih bata yang menggunakan teknik pabrikasi, bukan bata tradisional. Secara presisi dan porositasnya pun memiliki kondisi jauh lebih bail. Jangan lupa meng- coating agar bata ekspos tahan lama. Cocok diterapkan untuk pagar berdesain modern dan tradisional.


Kayu

(+) Memberi tampilan alami dan berkesan hangat. Karakteristiknya yang mudah dibentuk beragam model membuat banyak orang menggunakan material ini.

(-) Mudah kusam, keropos, dan lapuk. Selain sejumlah material itu terdapat material seperti bambu dan tanaman untuk pagar. Tanaman cocok diterapkan untuk pagar berdesain minimalis, modern, tradisional, dan klasik. 


Sumber : Wartakotalive


21.24 No komentar
Older Posts

About me

About Me





Admin Perusahaan CV Aditya Utama. Informasi, Saran, Kritik silahkan hubungi kontak yang tertera di website ini. Terimakasih ^_^.

Labels

Artikel Artikel Arsitektur Artikel Dekorasi Artikel Gaya Hidup Artikel Interior Artikel Unik Artikel eksterior Tips

Pengunjung

Postingan Populer

  • Tips Membuat Pot Bambu Yang Menyatu Dengan Alam
    Seorang ibu mengeluh, rumahnya yang sempit tidak memungkinkan ia menyalurkan hobinya yaitu mengoleksi tanaman hias.  Padahal sebetulnya ia t...
  • Tips Mengatasi Tembok Rumah Yang Retak
    Retak-retak pada dinding yang biasanya halus itu sering disebut 'retak rambut.' Ada berbagai faktor penyebabnya. Di antaranya muai s...
  • Membuat Taman di Atap
    Tinggal di perkotaan dengan lahan terbatas? Bukan alasan untuk melakukan penghijauan di lingkungan rumah. Tapi, kalau lahan memang terbatas,...
  • Tanaman Penyerap Polusi Udara
    Semakin menyempitnya lahan untuk hunian membuat kebanyakan orang mengorbankan ruang terbuka hijau di rumahnya. Dengan lahan rumah yang terba...
  • Semakin Asri dengan Pot Gantung
    Banyak cara untuk menciptakan rumah yang sejuk dan asri karena banyak juga cara untuk menanam tanaman hias di kebun rumah sendiri. Salah sat...
  • 7 Jenis Tanaman Pagar
    Membangun rumah yang "lebih dekat dengan alam" seringkali diterjemahkan sebagai rumah yang memiliki banyak tanaman hijau. Padahal,...
  • Konsep Rumah Hijau "Travessa do Patrocínio"
    Inilah salah satu inspirasi rumah modern berkonsep "rumah hijau" untuk Anda. Rumah dengan luas 248 meter persegi ini memiliki tama...
  • Mempercantik Rumah Dengan Pagar Tanaman
    Gerakan kembali ke alam sudah menjadi gaya hidup. Salah satu wujudnya adalah pembuatan pagar tanaman. Apa yang menarik? Di samping alami dan...
  • Konsep Green House Dengan Vertical Garden
    Vertical Garden atau kebun vertikal seperti menyalahi kodrat dimana tanaman umumnya tumbuh secara horisontal. Namun, solusi ini menjadi jawa...
  • 3 Tipe Pencahayaan Ruangan
    Pencahayaan yang sempurna untuk ruangan adalah hal yang terpenting. Sayangnya, kita tidak bisa membuat pencahayaan yang stabil di sepanjang ...
FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates