facebook google twitter tumblr instagram linkedin
  • Home
  • Tentang Kami
  • Portofolio
    • Griya Manggis
    • House of Shalom
    • Itok House
    • Joglo Kasatrian
  • Liputan Media
  • Kontak
  • Tips

Kontraktor Murah Jogja

CV Aditya Utama Kontraktor Murah Jogja | Kontraktor Yogyakarta | Jasa Bangun Rumah Yogyakarta



Pada era Romawi hingga Renaisans, gaya rustic lebih fokus pada finishing fasad dengan bebatuan yang teksturnya kasar dan kontras, lengkap dengan ornamen pendukung yang dapat mempercantik taman Anda.

Pada abad 18, permukaan kasar dan unfinished pada gaya rustic diaplikasikan melalui material kayu yang dilapisi pasir hingga menyerupai batu. Kini, gaya rustic identik dengan elemen yang bentuknya tidak sama, acak, dan anti-kemapanan, lewat material yang dibiarkan unfinished dan teksturnya yang kasar. Jika Anda aplikasikan pada area outdoor, gaya ini bisa menyatu dengan sangat mudah.

Arsitek lansekap Herlin Wibowo mengungkapkan, gaya rustic terlihat lebih tak teratur dibanding gaya natural pada umumnya. Jika hanya mengandalkan material alami, seperti kayu dan bebatuan, karakter rustic yang khas tidak akan muncul. Jadi, bagian outdoor pun bisa diberikan warna yang menambah hidup gaya rusticnya. Gaya rustic memiliki karakter yang lebih alami dan cenderung apa adanya. Pada gaya natural, tentunya Anda sering melihat finishing yang dilakukan dengan teliti.

Hal ini sangat berbeda dengan gaya rustic yang idealnya tidak menggunakan finishing. Seandainya ada finishing seperti cat atau coating, aplikasinya dilakukan dengan tidak sempurna. Biasanya, finishing dilakukan untuk melindungi material dari cuaca atau rayap. Tak jarang, jika material kayu dan batu yang digunakan terlihat berlubang, lubang tersebut tidak usah ditutupi dan dibiarkan saja terbuka.

Teknik penghalusan pada gaya rustic tidak dilakukan dengan teknik khusus. Ini bertujuan untuk menghindari kesan yang terlalu rapi dan lembut. Sebenarnya, berbagai jenis kayu dan bebatuan bisa Anda gunakan untuk menciptakan gaya rusticdi bagian outdoor. Mulai dari bongkahan batu, gelondongan kayu, batang pohon berbagai ukuran, hingga ranting dapat menjadi bahan utamanya.

Tanaman beranting dan berdaun bisa Anda gunakan untuk menambah kesan rustic di dalam taman. Banyak cara yang bisa digunakan untuk menciptakan gaya rustic di dalam taman. Pada dasarnya, hampir semua elemen yang kita temui di area outdoor bisa tampil dengan gaya ini. Dari mulai pagar, pintu taman, hingga pintu utama di teras.

Bukan hanya perlengkapan hardscape yang Anda gunakan untuk membuat taman tampil dengan gaya rustic, Anda bisa memainkan elemen dinding, lantai, partisi kebun, dan jalan setapak. Furnitur outdoor merupakan bagian yang paling sering mengaplikasikan gaya rustic.

Elemen dekorasi seperti pernik atau pajangan pun sudah banyak menggunakan gaya ini. Untuk area yang sering ditempati dan banyak aktivitas di dalamnya, gaya rustic baiknya ditampilkan dengan tidak terlalu ekstrem. Namun, di dalamnya kita juga membutuhkan elemen dengan kesan lembut untuk menetralkannya.

Sebagai contohnya, Anda bisa menciptakan bagian teras di halaman belakang dengan menempatkan bangku bergaya rustic dan dilengkapi dengan throw pillow. Pilih motif dan warna cover yang lembut sehingga bisa sedikit melunturkan kesan rustic yang kasar dan kaku.

Sumber : Koran Sindo 

00.01 No komentar
Older Posts

About me

About Me





Admin Perusahaan CV Aditya Utama. Informasi, Saran, Kritik silahkan hubungi kontak yang tertera di website ini. Terimakasih ^_^.

Labels

Artikel Artikel Arsitektur Artikel Dekorasi Artikel Gaya Hidup Artikel Interior Artikel Unik Artikel eksterior Tips

Pengunjung

Postingan Populer

  • Tips Membuat Pot Bambu Yang Menyatu Dengan Alam
    Seorang ibu mengeluh, rumahnya yang sempit tidak memungkinkan ia menyalurkan hobinya yaitu mengoleksi tanaman hias.  Padahal sebetulnya ia t...
  • Tips Mengatasi Tembok Rumah Yang Retak
    Retak-retak pada dinding yang biasanya halus itu sering disebut 'retak rambut.' Ada berbagai faktor penyebabnya. Di antaranya muai s...
  • Membuat Taman di Atap
    Tinggal di perkotaan dengan lahan terbatas? Bukan alasan untuk melakukan penghijauan di lingkungan rumah. Tapi, kalau lahan memang terbatas,...
  • Tanaman Penyerap Polusi Udara
    Semakin menyempitnya lahan untuk hunian membuat kebanyakan orang mengorbankan ruang terbuka hijau di rumahnya. Dengan lahan rumah yang terba...
  • Semakin Asri dengan Pot Gantung
    Banyak cara untuk menciptakan rumah yang sejuk dan asri karena banyak juga cara untuk menanam tanaman hias di kebun rumah sendiri. Salah sat...
  • 7 Jenis Tanaman Pagar
    Membangun rumah yang "lebih dekat dengan alam" seringkali diterjemahkan sebagai rumah yang memiliki banyak tanaman hijau. Padahal,...
  • Konsep Rumah Hijau "Travessa do Patrocínio"
    Inilah salah satu inspirasi rumah modern berkonsep "rumah hijau" untuk Anda. Rumah dengan luas 248 meter persegi ini memiliki tama...
  • Mempercantik Rumah Dengan Pagar Tanaman
    Gerakan kembali ke alam sudah menjadi gaya hidup. Salah satu wujudnya adalah pembuatan pagar tanaman. Apa yang menarik? Di samping alami dan...
  • Konsep Green House Dengan Vertical Garden
    Vertical Garden atau kebun vertikal seperti menyalahi kodrat dimana tanaman umumnya tumbuh secara horisontal. Namun, solusi ini menjadi jawa...
  • 3 Tipe Pencahayaan Ruangan
    Pencahayaan yang sempurna untuk ruangan adalah hal yang terpenting. Sayangnya, kita tidak bisa membuat pencahayaan yang stabil di sepanjang ...
FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates