facebook google twitter tumblr instagram linkedin
  • Home
  • Tentang Kami
  • Portofolio
    • Griya Manggis
    • House of Shalom
    • Itok House
    • Joglo Kasatrian
  • Liputan Media
  • Kontak
  • Tips

Kontraktor Murah Jogja

CV Aditya Utama Kontraktor Murah Jogja | Kontraktor Yogyakarta | Jasa Bangun Rumah Yogyakarta



Tiap kali kita pergi bertamu ke rumah seseorang, umumnya kita menanti di teras sebelum si empunya rumah membukakan pintu. Karena memang teras merupakan ruang yang letaknya paling luar dari sebuah bangunan.

Nah, sambil menanti di teras ini pula mata kita biasanya melayangkan pandangan ke segala sudut. Entah melihat taman yang tertata rapi di halaman atau kolam ikan di salah satu sudut tembok.

Di tempat ini pula untuk pertama kalinya kita bisa merasakan suasana dan “mengenali” pribadi si pemilik rumah. Entah perasaan sejuk, kering, intim atau formal. Seolah-olah teras memiliki jiwa yang bisa berkomunikasi dengan kita.

Misalnya saja teras dengan deretan pilar beton dan lantai marmer berkilauan yang berkesan formal. Kesan ini akan lain bila kita berada di teras dengan konstruksi atap dari kayu, lantai dari keramik atau batu alam yang membangkitkan perasaan sejuk, akrab serta jauh dari formal.

Untuk membentuk suasana tertentu di teras, ada beragam jenis bahan bisa kita pilih. Dan setiap jenis bahan memiliki nilai interior serta karakter masing-masing.

Kalau Anda memiliki balok kayu, contohnya, seperti telah disebut di atas, ia akan memberi kesan akrab dan hangat. Sementara lantai marmer menampilkan suasana bersih, megah tapi agak formal.

Lalu bagaimana mendadani teras rumah yang tak terlalu besar seperti rumah BTN tipe 54? Apalagi kemudian ditambah dengan keterbatasan dana si pemilik rumah.

Tapi bukan berarti teras kecil berukuran 1 x 3 m persegi dengan jarak batas dinding rumah ke pagar halaman sepanjang itu tak bisa diapa-apakan. Bahkan justru sebaliknya (lihat denah,red).

Si pemilik rumah pun merasa, ruang tamu kediamannya terlalu sempit. Karena itulah ia ingin menciptakan suasana tertentu di teras sehingga akhirnya ruang tamu berkesan luas.

Untuk itu teras baru dibuat dengan ukuran 3 x 3 m (dari batas dinding sampai batas pagar). Pagar dibuat dari kayu dolken yang dibentuk.

Batas pagar sepanjang teras ditarik masuk sepanjang 0,6 m dari pagar lama untuk dijadikan pot tanaman sepanjang pagar teras.

Bukan saja teras bagian bawah yang dirubah. Bagian atap, dibuat mengikuti kemiringan atap aslinya dan “memayungi” teras sampai ke ujung pagar tanaman.

Dengan demikian, terciptalah ketinggian atap teras setinggi mata memandang (sekitar 1,7 m). Sementara itu bagian langit-langit dibentuk mengikuti kemiringan atap dengan kaso-kasonya diperlihatkan sebagai hiasan di langit-langit.

Di sudut dan ujung atap teras, diletakkan pot-pot bunga dengan tanaman gantung., sepasang kursi bambu serta lampu gantung, melengkapi suasana hangat dan alami. “Kini kami serasa bersantai di taman jika sedang duduk-duduk di teras,” kata si pemilik rumah dengan wajah berseri.

Sumber : Tabloid Nova
22.03 No komentar


Rumah Anda tergolong mungil dengan tipe 21, 36, atau tipe 45, namun ingin tetap memiliki ruang tamu? Anda memerlukan strategi untuk menyiasatinya. Dua cara berikut bisa menjadi solusi keberadaan ruang tamu di rumah mungil Anda.

Pertama, Anda bisa menggabungkan fungsi ruang tamu dan ruang keluarga. Cara kedua, Anda perlu memanfaatkan teras rumah untuk ruang tamu.

Menggabungkan fungsi ruang tamu dan keluarga bisa Anda terapkan karena terkadang kunjungan tamu relatif rendah. Kedatangan tamu ke rumah bukanlah aktivitas yang dilakukan setiap hari.

Biasanya, tamu yang berkunjung adalah orang-orang terdekat, seperti sanak famili. Bila tidak ada tamu, ruang tamu dapat diubah fungsinya menjadi ruang keluarga. Aktivitas berkumpul bersama keluarga dapat dilakukan seperti sekedar menghabiskan malam di depan televisi, bercengkrama dan saling berinteraksi.

Kini, karena memiliki dua fungsi, setidaknya penempatan furnitur dan aksesoris di ruangan ini mampu menjawab kebutuhan. Rasa nyaman dan menyenangkan perlu dijadikan kunci menempatkan perabotan berikut aksesoris pemanis ruangan di sini.

Cara kedua, Anda memanfaatkan teras depan rumah untuk menerima tamu dengan kunjungan singkat. Teras tidak terlalu luas, namun harus tetap nyaman saat tamu berkunjung, sehingga sebaiknya Anda menciptakan teras dengan sentuhan berbeda. Misalnya, menciptakan kesan natural dan alamiah, pemakaian warna-warna kayu pada furnitur, atau lantai dengan parket bisa. Tambahkan beberapa tanaman dalam pot, baik itu digantung atau diletakkan di depan meja kursi agar teras tampil lebih segar.

Sumber : Kompas
19.15 No komentar



Teras rumah sebagai ruang perantara sebelum masuk ke ruang tamu, mengalami banyak pergeseran akibat meningkatnya kebutuhan ruang dan gaya hidup. Apakah masih penting keberadaan teras?

Dalam kebutuhan ruang dewasa ini, fungsi teras bisa beralih sebagai ruang tamu itu sendiri. Bukan lagi sebagai elemen pelengkap, kini orang banyak mendekorasi teras rumah dengan konsep multifungsi.

Jika dahulu, keberadaan teras identik terletak di depan rumah, kini lain lagi. Teras bisa berada di samping rumah, belakang, menjadi perantara antar ruang di dalam rumah, bahkan di atas atap. Bila berada di depan, teras dapat sebagai area peralihan. Sementara di lokasi lainnya, teras menjelma menjadi tempat rekreasi keluarga.

Namun, karena bisa terletak di beberapa lokasi bukan saja di muka rumah, teras tak lagi menjadi area yang dapat diakses terbuka. Kadang, untuk menutupi aktivitas personal maka teras diberi sekat berupa tanaman untuk memberi kesan samar-samar.

Awalnya, teras menjadi area penahan paparan panas di rumah-rumah beriklim tropis. Fungsi lainnya juga sebagai penahan air hujan. Namun, bila keberadaanya bukan di depan, maka dua fungsi ini tidak terpenuhi.

Namun demikian, kerena kebutuhan ruang meningkat serta gaya hidup perkotaan, maka keadaan ini bisa disiasati lewat desain bangunan. Maka, kini, bila kembali pada pertanyaan apakah keberadaan teras penting atau tidak, jawabnya kembali pada kebutuhan Anda masing-masing. Apakah fungsinya sebagai tempat berinteraksi, ruang multifungsi, atau sekedar area transisi?


Sumber : Kompas 


22.11 No komentar
Older Posts

About me

About Me





Admin Perusahaan CV Aditya Utama. Informasi, Saran, Kritik silahkan hubungi kontak yang tertera di website ini. Terimakasih ^_^.

Labels

Artikel Artikel Arsitektur Artikel Dekorasi Artikel Gaya Hidup Artikel Interior Artikel Unik Artikel eksterior Tips

Pengunjung

Postingan Populer

  • Tips Membuat Pot Bambu Yang Menyatu Dengan Alam
    Seorang ibu mengeluh, rumahnya yang sempit tidak memungkinkan ia menyalurkan hobinya yaitu mengoleksi tanaman hias.  Padahal sebetulnya ia t...
  • Tips Mengatasi Tembok Rumah Yang Retak
    Retak-retak pada dinding yang biasanya halus itu sering disebut 'retak rambut.' Ada berbagai faktor penyebabnya. Di antaranya muai s...
  • Membuat Taman di Atap
    Tinggal di perkotaan dengan lahan terbatas? Bukan alasan untuk melakukan penghijauan di lingkungan rumah. Tapi, kalau lahan memang terbatas,...
  • Tanaman Penyerap Polusi Udara
    Semakin menyempitnya lahan untuk hunian membuat kebanyakan orang mengorbankan ruang terbuka hijau di rumahnya. Dengan lahan rumah yang terba...
  • Semakin Asri dengan Pot Gantung
    Banyak cara untuk menciptakan rumah yang sejuk dan asri karena banyak juga cara untuk menanam tanaman hias di kebun rumah sendiri. Salah sat...
  • 7 Jenis Tanaman Pagar
    Membangun rumah yang "lebih dekat dengan alam" seringkali diterjemahkan sebagai rumah yang memiliki banyak tanaman hijau. Padahal,...
  • Konsep Rumah Hijau "Travessa do Patrocínio"
    Inilah salah satu inspirasi rumah modern berkonsep "rumah hijau" untuk Anda. Rumah dengan luas 248 meter persegi ini memiliki tama...
  • Mempercantik Rumah Dengan Pagar Tanaman
    Gerakan kembali ke alam sudah menjadi gaya hidup. Salah satu wujudnya adalah pembuatan pagar tanaman. Apa yang menarik? Di samping alami dan...
  • Konsep Green House Dengan Vertical Garden
    Vertical Garden atau kebun vertikal seperti menyalahi kodrat dimana tanaman umumnya tumbuh secara horisontal. Namun, solusi ini menjadi jawa...
  • 3 Tipe Pencahayaan Ruangan
    Pencahayaan yang sempurna untuk ruangan adalah hal yang terpenting. Sayangnya, kita tidak bisa membuat pencahayaan yang stabil di sepanjang ...
FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates